KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
Panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “IPTEK DAN SENI
DALAM ISLAM”.Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai
Islam tentang IPTEK dan seni.Penulis mengucapkan terima kasih kepada sumber sumber berupa artikel dan tulisan
telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini. Penulis berharap,
semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis
khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa masi
banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis menerima kritik dan saran yang
membantu guna penyempurnaan makalah ini.
Bangkalan, 04 Maret 2013
pemakalah
ii
DAFTAR
ISI
Halaman
judul.....................................................................................................................i
Kata
pengantar....................................................................................................................ii
Daftar
isi
...........................................................................................................................iii
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang.....................................................................................................................1
1.2 Tujuan.................................................................................................................................
1 1.3 Rumusan masalah................................................................................................................1
BAB 2 : PEMBAHASAN
2.1 Pengertian IPTEK dan seni.................................................................................................2 2.2 Integrasi iman , ilmu , teknologi dan
seni...........................................................................3
2.3 keutamaan orang yang berilmu...........................................................................................4 2.4
Tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkunggan...............................................................4
BAB 3 : PENUTUP
3.1Kesimpulan..........................................................................................................................6
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................................................7
iii
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pengetahuan adalah
segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindera
maupun melalui informasi.Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang sudah
diklasifikasikan diorganisasi,disistimasi dan dinterprestasikan sehingga
menghasilkan kebenaran yang objetif. Teknologi merupakan salah satu unsur
sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan meskipun pada dasarnya
teknologi mempunyai karakteristik objek dan netral.Sedangkan seni adalah hasil
ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya dan merupakan ekspresi
jiwa seorang dikembangkan menjadi bagian dari budaya manusia.
Dengan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) dalam Islam, kita perlu
mengembangkannya
potensi dan memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap berpegang teguh kepada
al-Qur’an dan as-sunnah sebagai rasa syukur kita terhadap sumber daya alam yang
beranekaragam diciptakan untuk kita semua.
1.2. TUJUAN
Makalah ini di susun dengan tujuan :
1.2.1.Mengetahui
pandangan islam terhadap IPTEK dan seni . 1.2.2.Mengetahui
keutamaan antara integrasi Iman , Ilmu , Teknologi dan Seni 1.2.3.Mengetahui keutamaan
orang yang berilmu
1.2.4.Dan untuk mengetahui tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkungan
1.3RUMUSAN MASALAH
1.3.1.
Jelaskan pengertian IPTEK dan seni ? 1.3.2. Jelaskan integrasi iman , ilmu ,
teknologi dan seni itu sendiri ? 1.3.3. Jelaskan keutamaan orang yang
berilmu ? 1.3.4.
Jelaskan tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkumgan ?
1
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian IPTEK dan seni
Pengetahuan
adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan
pancaindera, ilustrasi dan firasat, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang
telah diklasifikasi, diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasikan
sehingga menghasilkan kebenaran obyektif, telah diuji kebenarannya dan dapat
diuji ulang secara ilmiah
Teknologi merupakan
produk ilmu pengetahuan.Dalam sudut pandang budaya dan teknologi merupakan
salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan.teknologi
dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia
juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa
ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia danlingkungannya yang berakibat
kehancuran alam semesta.Dalam pemikiran Islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal
dan wahyu.Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan
akal budinya berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan sunnahrasul. Atas dasar itu,
ilmu dalam pemikiran Islam ada yang bersifat 1.perennial
knowledge tingkat kebenarannya bersifat mutlak, karena bersumber dari allah.ada
pula ilmu yang bersifat 2.aquiredknowledge
tingkat kebenarannya bersifat nisbi, karena bersumber dari akalpikiran manusia.
kata seni berasal dari
kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”.Namun
menurut kajian ilmu di Eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya
kuranglebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan.Seni Ekspresi
keindahan Sifat dari Allah mukjizat Al-Qur’an adalah bahasanya yang sangat
indah, sehingga para sastrawan arab dan bangsa arab pada umumnya merasa kalah
berhadapan dengan keindahan sastranya,keunggulan pola redaksinya, spesifikasi
irama, serta alur bahasanya, hingga sebagian mereka menyebutnya sebagai sihir.
Dalam membacanya, kita dituntut untuk menggabungkan keindahan suara dan akurasi
bacaannya dengan irama tilawahnya sekaligus.
Seni adalah hasil
ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya, seni juga merupakan
ekspresi jiwa seseorang kemudian hasil ekspresi jiwa tersebut dapat berkembang
menjadi bagian dari budaya manusia, karena seni itu diidentik dengan keindahan.
1.perennial knowledge :abadi
2.aquiredknowledge :perolehan 2
Seni yang lepas dari
nilai-nilai keutuhan tidak akan abadi karena ukurannya adalah nafsu bukan akal
dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang
yang kematangan jiwanya terus bertambah. Dalam pemikiran Islam ada dua
sumber ilmu yaitu cikal dan wahyu.
Keduanya tidak boleh
ditentangkan, karena manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya
berdasarkan tuntutan al-Qur’an dan sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu dalam
pemikiran Islam ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) dan tingkat
kebenarannya bersifat mutlak (absolute) karena bersumber dari wahyu Allah dan
ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) tingkat kebenarannya bersifat
nisbi (relative) karena bersumber dari akal pikiran manusia.
Prestasi yang gemilang
dalam pengembangan IPTEKS pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menemukan
proses sunnatullah itu terjadi di alam ini, bukan merencanakan dan menciptakan
suatu hukum baru diluar sunnahtullah (hukum Allah/hukum alam).
2.2
Integrasi iman , ilmu , teknologi dan seni
Dalam pandangan Islam, antara agama, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang
terinteraksi ke dalam suatu sistem yang disebut dinul Islam, didalamnya
terkandung tiga unsur pokok yaitu akidah, syariah, dan akhlak dengan kata lain
iman, ilmu dan amal shaleh.
Islam merupakan ajaran agama yang sempurna, karena
kesempurnaannya dapat tergambar dalam keutuhan inti ajarannya. Di dalam
al-Qur’an dinyatakan yang artinya “Tidaklah kamu memperhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (dinul Islam) seperti sebatang
pohon yang baik, akarnya kokoh (menghujam kebumi) dan cabangnya menjulang ke
langit, pohon itu mengeluarkan buahnya setiap muslim dengan seizin Tuhannya.
Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka ingat”.
Dari penjelasan tersebut di atas menggambarkan keutuhan
antara iman, ilmu dan amal atau syariah dan akhlak dengan menganalogikan dinul
Islam bagaikan sebatang pohon yang baik. Ini merupakan gambaran bahwa antara
iman, ilmu dan amal merupakan suatu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan
antara satu sama lain. Iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang
menupang tegaknya ajaran Islam, ilmu bagaikan batang pohon yang mengeluarkan
dahan. Dahan dan cabang-cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah
dari pohon itu ibarat dengan teknologi dan seni. IPTEKS yang dikembangkan di
atas nilai-nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal shaleh bukan kerusakan
alam.
3
2.3 keutamaan
orang yang berilmu
Seringkali manusia
melupakan segi etika atau moral dari hubungantimbal balik antara manusia dengan
lingkungan. Secara moral adalah normalapabila lingkungan akan memberikan kepada
manusia berbagai hal yang akan diketemukannya. bahkan manusia juga harus
memberikan toleransi kepada kenyataan bahwa sewaktu-waktu dapat timbul
malapetaka bagi kehidupan manusia. Jika manusia dapat berlaku adil dengan semua
yang makhiuk hidup di alam ini, maka disini letak kebenaran norma moral yang baik,
dimana manfaat yang diperoleh dari alam ini, harus juga memberikan manfaat
kepada manusia lain.
Manusia dan masyarakat
mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan keadaan lingkungan. Manusia
menyesuaikan pada hidupnya dengan irama yang ditentukan oleh lingkungan alam.
Karena perubahan lingkunganalam berada diluar kendali tangan manusia, maka
manusia memasrahkan dirikepada lingkungan. Hal inilah yang melahirkan suatu
kebiasaan, tradisi dan hukum yang tidak tertulis, yang kemudian mengatur
pergaulan hidupmasyarakat.Perilaku manusia merupakan pencerminan dari moral
manusia yang dimilikinya. Citra manusia hanya mempunyai relevansi, jika dalam
kehidupanbersama dalam kelompok masyarakat. Sebab dalam kehidupan
berkelompokitulah terdapat sistem-sistem perlambang yang selanjutnya berfungsi
sebagaisumber nilai. Cara manusia mewujudkan diri adalah hasil pilihannya
sendiri.Oleh karena itu, apapun pilihannya, manusia sendiri yang bertanggung
jawab.
2.4
Tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkunggan
Ada dua fungsi utama
manusia di dunia yaitu sebagai abdun atauhamba Allah dan sebagai khalifah Allah
di bumi. 3.Esensi dari abdun adalah ketaatan,
ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah
sedangkan esensi 4.khalifah
adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri danalam lingkungannya, baik
lingkungan sosial maupun lingkungan alam.Dalam konteks abdun, manusia menempati
posisi sebagai ciptaanAllah. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan
manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya. Keengganan manusia
menghambakan dirikepada Allah sebagai pencipta akan menghilangkan rasa syukur
atas anugerah yang diberikan sang pencipta berupa potensi yang sempurna
yangtidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu potensi akal. Dengan
hilangnyarasa syukur mengakibatkan ia menghambakan diri kepada hawa
nafsunya.Keikhlasan manusia menghambakan dirinya kepada Allah akan
mencegahpenghambaan manusia kepada sesama manusia termasuk pada dirinya.
3.Esensi: inti / hakikat 4.khalifah : orang
4
Manusia diciptakan Allah dengan dua kecenderungan
yaitu kecenderungan kepada ketakwaan dan kecenderungan kepada perbuatan 5.fasik
(QS. Asy-Syams/91:8). Dengan kedua kecenderungan tersebut, Allah
memberikanpetunjuk berupa agama sebagai alat bagi manusia untuk
mengarahkanpotensinya kepada keimanan dan ketakwaan bukan pada kejahatan
yangselalu didorong oleh nafsu amarah.Fungsi yang kedua sebagai khalifah atau
wakil Allah di muka bumi
Manusia diciptakan
dimuka bumi ini dengan dua kecenderungan yaitu kecenderungan kepada ketakwaan
dan kencenderungan kepada perbuatan fasik, serta berfungsi sebagai
khalifah/wakil Allah dimuka bumi agar ia mampu mempunyai tanggung jawab untuk
menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya tempat tinggalnya. Sehingga manusia
diberi kebebasan untuk mengeksplorasi, menggali sumber daya alam serta dapat
memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, akan tetapi manusia juga harus dapat
menyadari terlebih dahulu bahwa potensi sumber daya alam akan habis terkuras
untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila manusia tidak hanya menjaga keseimbangannya.
Dengan memiliki ilmu
pengetahuan kita pasti bisa tidak akan mengeksploitasi alam ini secara
berlebihan paling hanya kebutuhan primernya bukan untuk memenuhi kepuasan hawa
nafsu saja. Terlepas dari pada itu kerusakan alam dan lingkungan ini lebih
banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri, mereka banyak berkhianat
terhadap perjanjiannya sendiri kepada Allah swt dan mereka tidak menjaga amanat
Allah swt untuk menjaga kelestarian alam ini. Sehingga telah nampak kerusakan
dilaut dan didarat yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.
Untuk itu melaksanakan
tanggung jawabnya, manusia diberikan keistimewaan berupa kebebasan untuk
memilih dan berkreasi sekaligus untuk menghadapkannya dengan tuntutan kodratnya
sebagai makhluk 6.psikofisik. Namun ia
akan sadar akan keterbatasannya yang menurut ketaatan dan ketundukan terhadap
aturan Allah swt baik dalam konteks ketaatan terhadap perintah beribadah secara
langsung maupun dalam kontes ketaatan terhadap sunnatullah “hukum alam”
perpaduan antara ibadah dan khalifah akan mewujudkan manusia yang ideal yakni
manusia yang selamat di dunia dan akherat .
5.fasik:orang
mukmin
6.psikofisik : kepribadian
5
BAB 3
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan dalam
sudut pandang filsafat adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui
tangkapan pancaindra, intuisi dan firasat yang sudah diklasifikasi,
diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasi sehingga menghasilkan
kebenaran yang obyektif, sudah diuji kebenarannya dandapat diuji ulang secara
ilmiah. Sedangkan ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an adalah proses pencapaian
segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra, intuisi dan
firasat dan obyeknya sehingga memperoleh kejelasan. Teknolgi adalah dalam sudut
pandang budaya,teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil
penerapan praktis dari ilmu pengetahuan yang berkarakteristik netral dan
obyektif.Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan
segalaprosesnya serta merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa
tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identikdengan
keindahan, keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran.Seni yang lepas dari
nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan
akal dan budi.Jika manusia berlaku adil dengan semua yang makhluk hidup di alam
ini, maka disini letak kebenaran norma moral yang baik, dimana manfaat yang
diperoleh dari alam ini, harus juga memberikan manfaat kepada manusia lain.
Jika manusia berlaku
adil dengan semua yang makhluk hidup di alam ini, maka disini letak kebenaran
norma moral yang baik, dimana manfaat yang diperoleh dari alam ini, harus juga
memberikan manfaat kepada manusia lain.Manusia menyesuaikan pada hidupnya
dengan irama yang ditentukan oleh lingkungan alam. Karena perubahan lingkungan
alam berada diluar kendal itangan manusia, maka manusia memasrahkan diri kepada
lingkungan.Dalam pandangan Islam, antara iman, ilmu pengetahuan, teknologidan
seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasidalam suatu
sistem yang disebut Dienul Islam. Di dalam Dienul Islamterkandung tiga unsur
pokok yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak, dengan kata lain iman, ilmu dan amal
shaleh atau ikhsan. Pengembangan IPTEK yanglepas dari keimanan dan ketakwaan
tidak akan bernilai ibadah serta tidakakan menghasilkan manfaat bagi umat
manusia dan alam lingkungannya.Fungsi utama manusia yaitu, abdun: ketaatan,
ketundukan dankepatuhan kepada kebenaran dan keadilan, dan khalifah:
tanggungjawabterhadap diri sendiri dan alam lingkungannya, baik lingkungan
sosial maupunlingkungan alam. Allah memberikan petunjuk berupa agama sebagai
alat bagimanusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan
ketakwaanbukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu amarah.
Manusiamendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam, agar
terjagakelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan umat manusia.
6
DAFTAR PUSTAKA
1.http://www.si.its.ac.id/kurikulum/materi/iptek/manisialingkungan
2.http://saiful-jihad.blogspot.com/2009/07/vi-ipteks-dalamisla
4. http://www.ziddu.com
7
tinggalin komenttt
BalasHapus