Kamis, 07 Maret 2013

makalah iptek dan seni dalam islam




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis Panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM”.Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai Islam tentang IPTEK dan seni.Penulis mengucapkan terima kasih kepada  sumber sumber berupa artikel dan tulisan telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa masi banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.








Bangkalan, 04 Maret 2013


 pemakalah
                                                                    

ii

DAFTAR ISI

Halaman judul.....................................................................................................................i
Kata pengantar....................................................................................................................ii
Daftar isi ...........................................................................................................................iii
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang.....................................................................................................................1 1.2 Tujuan................................................................................................................................. 1  1.3 Rumusan masalah................................................................................................................1                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   BAB 2 : PEMBAHASAN
2.1 Pengertian IPTEK dan seni.................................................................................................2                2.2 Integrasi iman , ilmu , teknologi dan seni...........................................................................3                                                                                2.3 keutamaan orang yang berilmu...........................................................................................4                                                                                                 2.4 Tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkunggan...............................................................4  
BAB 3 : PENUTUP
3.1Kesimpulan..........................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................7











                                                             
iii

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan  pancaindera maupun melalui informasi.Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasikan diorganisasi,disistimasi dan dinterprestasikan sehingga menghasilkan kebenaran yang objetif. Teknologi merupakan salah satu unsur sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan meskipun pada dasarnya teknologi mempunyai karakteristik objek dan netral.Sedangkan seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya dan merupakan ekspresi jiwa seorang dikembangkan menjadi bagian dari budaya manusia.
Dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) dalam Islam, kita perlu                                                                                                                                                 mengembangkannya potensi dan memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-sunnah sebagai rasa syukur kita terhadap sumber daya alam yang beranekaragam diciptakan untuk kita semua.
1.2. TUJUAN
Makalah ini di susun dengan tujuan :
1.2.1.Mengetahui pandangan islam terhadap IPTEK dan seni .                               1.2.2.Mengetahui keutamaan antara integrasi Iman , Ilmu , Teknologi dan Seni                       1.2.3.Mengetahui keutamaan orang  yang  berilmu                                                     1.2.4.Dan untuk mengetahui  tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkungan
1.3RUMUSAN MASALAH
1.3.1. Jelaskan pengertian IPTEK dan seni ?                                                                       1.3.2. Jelaskan integrasi iman , ilmu , teknologi dan seni itu sendiri  ?                                    1.3.3. Jelaskan keutamaan orang yang berilmu ?                                                                                 1.3.4. Jelaskan tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkumgan ?     





1

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian IPTEK dan seni
Pengetahuan adalah  segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindera, ilustrasi dan firasat, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang telah diklasifikasi, diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan kebenaran obyektif, telah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah
Teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan.Dalam sudut pandang budaya dan teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan.teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia danlingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta.Dalam pemikiran Islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal dan wahyu.Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan sunnahrasul. Atas dasar itu, ilmu dalam pemikiran Islam ada yang bersifat 1.perennial knowledge tingkat kebenarannya bersifat mutlak, karena bersumber dari allah.ada pula ilmu yang  bersifat 2.aquiredknowledge tingkat kebenarannya bersifat nisbi, karena bersumber dari akalpikiran manusia.
kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”.Namun menurut kajian ilmu di Eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kuranglebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan.Seni Ekspresi keindahan Sifat dari Allah mukjizat Al-Qur’an adalah bahasanya yang sangat indah, sehingga para sastrawan arab dan bangsa arab pada umumnya merasa kalah berhadapan dengan keindahan sastranya,keunggulan pola redaksinya, spesifikasi irama, serta alur bahasanya, hingga sebagian mereka menyebutnya sebagai sihir. Dalam membacanya, kita dituntut untuk menggabungkan keindahan suara dan akurasi bacaannya dengan irama tilawahnya sekaligus.
Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya, seni juga merupakan ekspresi jiwa seseorang kemudian hasil ekspresi jiwa tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari budaya manusia, karena seni itu diidentik dengan keindahan.



1.perennial knowledge :abadi                                                                                                           2.aquiredknowledge :perolehan                                          2
Seni yang lepas dari nilai-nilai keutuhan tidak akan abadi karena ukurannya adalah nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang yang  kematangan jiwanya terus bertambah. Dalam pemikiran Islam ada dua sumber ilmu yaitu cikal dan wahyu.
Keduanya tidak boleh ditentangkan, karena manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntutan al-Qur’an dan sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu dalam pemikiran Islam ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) dan tingkat kebenarannya bersifat mutlak (absolute) karena bersumber dari wahyu Allah dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena bersumber dari akal pikiran manusia.
Prestasi yang gemilang dalam pengembangan IPTEKS pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menemukan proses sunnatullah itu terjadi di alam ini, bukan merencanakan dan menciptakan suatu hukum baru diluar sunnahtullah (hukum Allah/hukum alam).
2.2 Integrasi iman , ilmu , teknologi dan seni     
Dalam pandangan Islam, antara agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terinteraksi ke dalam suatu sistem yang disebut dinul Islam, didalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu akidah, syariah, dan akhlak dengan kata lain iman, ilmu dan amal shaleh.
Islam merupakan ajaran agama yang sempurna, karena kesempurnaannya dapat tergambar dalam keutuhan inti ajarannya. Di dalam al-Qur’an dinyatakan yang artinya “Tidaklah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (dinul Islam) seperti sebatang pohon yang baik, akarnya kokoh (menghujam kebumi) dan cabangnya menjulang ke langit, pohon itu mengeluarkan buahnya setiap muslim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar  mereka ingat”.
Dari penjelasan tersebut di atas menggambarkan keutuhan antara iman, ilmu dan amal atau syariah dan akhlak dengan menganalogikan dinul Islam bagaikan sebatang pohon yang baik. Ini merupakan gambaran bahwa antara iman, ilmu dan amal merupakan suatu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang menupang tegaknya ajaran Islam, ilmu bagaikan batang pohon yang mengeluarkan dahan. Dahan dan cabang-cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu ibarat dengan teknologi dan seni. IPTEKS yang dikembangkan di atas nilai-nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal shaleh bukan kerusakan alam.


3
2.3 keutamaan orang yang berilmu     
Seringkali manusia melupakan segi etika atau moral dari hubungantimbal balik antara manusia dengan lingkungan. Secara moral adalah normalapabila lingkungan akan memberikan kepada manusia berbagai hal yang akan diketemukannya. bahkan manusia juga harus memberikan toleransi kepada kenyataan bahwa sewaktu-waktu dapat timbul malapetaka bagi kehidupan manusia. Jika manusia dapat berlaku adil dengan semua yang makhiuk hidup di alam ini, maka disini letak kebenaran norma moral yang baik, dimana manfaat yang diperoleh dari alam ini, harus juga memberikan manfaat kepada manusia lain.
Manusia dan masyarakat mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan keadaan lingkungan. Manusia menyesuaikan pada hidupnya dengan irama yang ditentukan oleh lingkungan alam. Karena perubahan lingkunganalam berada diluar kendali tangan manusia, maka manusia memasrahkan dirikepada lingkungan. Hal inilah yang melahirkan suatu kebiasaan, tradisi dan hukum yang tidak tertulis, yang kemudian mengatur pergaulan hidupmasyarakat.Perilaku manusia merupakan pencerminan dari moral manusia yang dimilikinya. Citra manusia hanya mempunyai relevansi, jika dalam kehidupanbersama dalam kelompok masyarakat. Sebab dalam kehidupan berkelompokitulah terdapat sistem-sistem perlambang yang selanjutnya berfungsi sebagaisumber nilai. Cara manusia mewujudkan diri adalah hasil pilihannya sendiri.Oleh karena itu, apapun pilihannya, manusia sendiri yang bertanggung jawab.
2.4 Tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkunggan
Ada dua fungsi utama manusia di dunia yaitu sebagai abdun atauhamba Allah dan sebagai khalifah Allah di bumi. 3.Esensi dari abdun adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah
sedangkan esensi 4.khalifah adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri danalam lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam.Dalam konteks abdun, manusia menempati posisi sebagai ciptaanAllah. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya. Keengganan manusia menghambakan dirikepada Allah sebagai pencipta akan menghilangkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan sang pencipta berupa potensi yang sempurna yangtidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu potensi akal. Dengan hilangnyarasa syukur mengakibatkan ia menghambakan diri kepada hawa nafsunya.Keikhlasan manusia menghambakan dirinya kepada Allah akan mencegahpenghambaan manusia kepada sesama manusia termasuk pada dirinya.



3.Esensi: inti / hakikat                                                                                                                                       4.khalifah : orang                                                                      4
Manusia diciptakan Allah dengan dua kecenderungan yaitu kecenderungan kepada ketakwaan dan kecenderungan kepada perbuatan 5.fasik (QS. Asy-Syams/91:8). Dengan kedua kecenderungan tersebut, Allah memberikanpetunjuk berupa agama sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkanpotensinya kepada keimanan dan ketakwaan bukan pada kejahatan yangselalu didorong oleh nafsu amarah.Fungsi yang kedua sebagai khalifah atau wakil Allah di muka bumi
Manusia diciptakan dimuka bumi ini dengan dua kecenderungan yaitu kecenderungan kepada ketakwaan dan kencenderungan kepada perbuatan fasik, serta berfungsi sebagai khalifah/wakil Allah dimuka bumi agar ia mampu mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya tempat tinggalnya. Sehingga manusia diberi kebebasan untuk mengeksplorasi, menggali sumber daya alam serta dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, akan tetapi manusia juga harus dapat menyadari terlebih dahulu bahwa potensi sumber daya alam akan habis terkuras untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila manusia tidak hanya menjaga keseimbangannya.
Dengan memiliki ilmu pengetahuan kita pasti bisa tidak akan mengeksploitasi alam ini secara berlebihan paling hanya kebutuhan primernya bukan untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu saja. Terlepas dari pada itu kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri, mereka banyak berkhianat terhadap perjanjiannya sendiri kepada Allah swt dan mereka tidak menjaga amanat Allah swt untuk menjaga kelestarian alam ini. Sehingga telah nampak kerusakan dilaut dan didarat yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.
Untuk itu melaksanakan tanggung jawabnya, manusia diberikan keistimewaan berupa kebebasan untuk memilih dan berkreasi sekaligus untuk menghadapkannya dengan tuntutan kodratnya sebagai makhluk 6.psikofisik. Namun ia akan sadar akan keterbatasannya yang menurut ketaatan dan ketundukan terhadap aturan Allah swt baik dalam konteks ketaatan terhadap perintah beribadah secara langsung maupun dalam kontes ketaatan terhadap sunnatullah “hukum alam” perpaduan antara ibadah dan khalifah akan mewujudkan manusia yang ideal yakni manusia yang selamat di dunia dan akherat .







5.fasik:orang mukmin                                                                                                                                             6.psikofisik : kepribadian                                                                   5

BAB  3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan dalam sudut pandang filsafat adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra, intuisi dan firasat yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran yang obyektif, sudah diuji kebenarannya dandapat diuji ulang secara ilmiah. Sedangkan ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an adalah proses pencapaian segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra, intuisi dan firasat dan obyeknya sehingga memperoleh kejelasan. Teknolgi adalah dalam sudut pandang budaya,teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan yang berkarakteristik netral dan obyektif.Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segalaprosesnya serta merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identikdengan keindahan, keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran.Seni yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan akal dan budi.Jika manusia berlaku adil dengan semua yang makhluk hidup di alam ini, maka disini letak kebenaran norma moral yang baik, dimana manfaat yang diperoleh dari alam ini, harus juga memberikan manfaat kepada manusia lain.
Jika manusia berlaku adil dengan semua yang makhluk hidup di alam ini, maka disini letak kebenaran norma moral yang baik, dimana manfaat yang diperoleh dari alam ini, harus juga memberikan manfaat kepada manusia lain.Manusia menyesuaikan pada hidupnya dengan irama yang ditentukan oleh lingkungan alam. Karena perubahan lingkungan alam berada diluar kendal itangan manusia, maka manusia memasrahkan diri kepada lingkungan.Dalam pandangan Islam, antara iman, ilmu pengetahuan, teknologidan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasidalam suatu sistem yang disebut Dienul Islam. Di dalam Dienul Islamterkandung tiga unsur pokok yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak, dengan kata lain iman, ilmu dan amal shaleh atau ikhsan. Pengembangan IPTEK yanglepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidakakan menghasilkan manfaat bagi umat manusia dan alam lingkungannya.Fungsi utama manusia yaitu, abdun: ketaatan, ketundukan dankepatuhan kepada kebenaran dan keadilan, dan khalifah: tanggungjawabterhadap diri sendiri dan alam lingkungannya, baik lingkungan sosial maupunlingkungan alam. Allah memberikan petunjuk berupa agama sebagai alat bagimanusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan ketakwaanbukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu amarah. Manusiamendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam, agar terjagakelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan umat manusia.
6

DAFTAR PUSTAKA
1.http://www.si.its.ac.id/kurikulum/materi/iptek/manisialingkungan
2.http://saiful-jihad.blogspot.com/2009/07/vi-ipteks-dalamisla
4. http://www.ziddu.com

































7

1 komentar: